Beranda » Berita » Apa Itu SIKS-NG 2026? Panduan Lengkap Cek Data Bansos Kemensos

Apa Itu SIKS-NG 2026? Panduan Lengkap Cek Data Bansos Kemensos

Bantuan sosial (bansos) menjadi penopang hidup jutaan keluarga Indonesia. Namun, banyak masyarakat masih bingung cara memastikan namanya terdaftar sebagai penerima. Di sinilah peran SIKS-NG menjadi krusial.

Sistem pendataan digital Kemensos ini menentukan siapa yang berhak menerima PKH, BPNT, hingga BLT. Artikel ini mengupas tuntas cara kerja SIKS-NG 2026, cara cek data bansos, hingga solusi jika nama Anda tidak ditemukan.

Pentingnya Pendataan Bansos di Indonesia

Indonesia memiliki berbagai program bantuan sosial untuk keluarga kurang mampu: Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), hingga BLT Dana Desa.

Tantangannya adalah memastikan bantuan tepat sasaran. Tanpa sistem pendataan yang akurat, bansos bisa salah alamat diterima orang mampu sementara yang membutuhkan justru terlewat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, Kemensos mendapat mandat mengelola data kesejahteraan sosial secara terpadu. Inilah dasar lahirnya sistem SIKS-NG.

Apa Itu SIKS-NG? Definisi dan Sejarah Singkat

SIKS-NG adalah singkatan dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation. Sistem ini dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial RI.

SIKS-NG berfungsi sebagai platform utama untuk mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara nasional. Secara sederhana, SIKS-NG adalah “dapur” di balik seluruh proses pendataan, verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sejarah Perkembangan SIKS-NG

Pada tahun 2012, Kemensos mengembangkan SIKS berbasis desktop untuk Dinas Sosial daerah. Data masih tersimpan lokal di masing-masing komputer.

Tahun 2019, Pusdatin Kemensos meluncurkan SIKS-NG berbasis web yang terintegrasi nasional dan mendukung pemutakhiran data real-time. Kemudian tahun 2021, SIKS-NG dikembangkan dengan fitur verifikasi lapangan berbasis Android (SIKSDROID).

Baca Juga:  Bansos Lansia Kemensos 2026: Besaran Bantuan Rp2,4 Juta dan Kriteria Penerima

Memasuki 2025-2026, SIKS-NG terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola bersama BPS dan Kemenko PMK.

Fungsi Utama SIKS-NG dalam Pendataan Bansos

SIKS-NG memiliki beberapa fungsi vital:

1. Pengelolaan Data Terpadu (DTKS) Sistem ini menyimpan data mikro/detil status sosial ekonomi rumah tangga, keluarga, dan individu meliputi: data demografi, pendidikan, kesehatan, perumahan, kepemilikan aset, dan kepesertaan program bansos.

2. Verifikasi dan Validasi Data Pelaporan data dalam SIKS-NG dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga penetapan oleh Menteri Sosial.

3. Monitoring Penyaluran Bansos SIKS-NG terintegrasi dengan aplikasi eksternal seperti SIMODA BSP Ditjen PFM untuk memantau penyaluran bantuan sosial.

4. Interkonektivitas Antar Lembaga Sistem ini terhubung dengan database Dukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, dan data ASN/TNI/Polri untuk mendeteksi kelayakan penerima secara otomatis.

Alur Kerja Data di SIKS-NG

Pertama, operator SIKS-NG di tingkat desa melakukan pendataan awal masyarakat miskin dan rentan miskin. Kedua, data diverifikasi petugas kecamatan, lalu divalidasi Dinas Sosial kabupaten/kota. Ketiga, data dikirim ke Pusdatin Kemensos untuk penetapan final oleh Menteri Sosial. Terakhir, data KPM yang sudah ditetapkan menjadi dasar penyaluran PKH, BPNT, dan program lainnya melalui Bank Himbara atau PT Pos Indonesia.

Perbedaan SIKS-NG, DTKS, dan Cek Bansos

Banyak masyarakat keliru mengira SIKS-NG bisa diakses publik. Berikut perbedaannya:

AspekSIKS-NGDTKSCek Bansos
PengertianSistem informasi untuk mengelola dataDatabase nasional penerima bansosAplikasi/website untuk cek status
AksesKhusus petugas resmi (operator desa, pendamping sosial, Dinsos)Tidak bisa diakses publikTerbuka untuk masyarakat umum
FungsiInput, edit, validasi dataMenyimpan data 40% penduduk termiskinCek status kepesertaan bansos

Kesimpulan: Masyarakat umum tidak bisa login ke SIKS-NG. Untuk mengecek status bansos, gunakan website cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos.

Cara Akses SIKS-NG 2026 (Web dan Aplikasi)

Untuk Petugas Resmi (Operator SIKS-NG)

Akses SIKS-NG hanya diberikan kepada operator desa/kelurahan, pendamping sosial PKH, petugas Dinas Sosial kabupaten/kota, dan petugas Pusdatin Kemensos. Login dilakukan melalui portal internal dengan User ID dan password khusus yang diterbitkan Kemensos.

Untuk Masyarakat Umum

Masyarakat dapat mengecek status bansos melalui dua cara. Pertama via website Cek Bansos Kemensos di alamat https://cekbansos.kemensos.go.id yang bisa dibuka melalui browser di HP atau laptop. Kedua via Aplikasi Cek Bansos yang bisa didownload di Google Play Store dengan mencari “Cek Bansos Kemensos” dari developer Kementerian Sosial RI.

Panduan Lengkap Cek Data Penerima Bansos 2026

Cara Cek via Website cekbansos.kemensos.go.id

Buka browser dan kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id. Isi data wilayah Penerima Manfaat (PM) mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Ketik nama lengkap sesuai KTP dengan huruf kapital. Masukkan kode captcha yang muncul di layar, lalu klik tombol “CARI DATA”.

Baca Juga:  Rp1.800.000 per Tahun: Apakah BPJS Kelas 1 Sepadan? Januari 2026

Jika nama terdaftar, akan muncul tabel berisi jenis bansos (PKH/BPNT/PBI-JK), status keterangan (Ya/Tidak), dan periode penyaluran. Perhatikan kolom “Periode” untuk memastikan data berlaku tahun 2026.

Cara Cek via Aplikasi Cek Bansos

Download dan install Aplikasi Cek Bansos dari Play Store. Buka aplikasi dan pilih “Cek Bansos”. Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP, lalu klik “Cari” untuk melihat hasil.

Arti Status di Hasil Pencarian

Status “Ya” berarti terdaftar sebagai penerima bansos. Status “Tidak” berarti tidak menerima jenis bansos tersebut. Status “Proses Bank/Pos” berarti dana sedang dalam proses pencairan. Sedangkan “Tidak Terdapat Peserta/PM” berarti nama tidak ditemukan di database.

Siapa Saja yang Bisa Mengakses SIKS-NG?

Akses SIKS-NG (Sistem Internal)

Hanya petugas resmi yang memiliki akses yaitu operator desa/kelurahan untuk input dan edit data warga, pendamping sosial PKH untuk monitoring data KPM dampingan, Dinas Sosial Kab/Kota untuk validasi dan pengesahan data, serta Pusdatin Kemensos untuk pengelolaan sistem nasional.

Akses Cek Bansos (Publik)

Seluruh masyarakat Indonesia bisa mengecek status bansos melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos.

Kriteria Penerima Bansos 2026

Untuk menerima bansos, seseorang harus memenuhi kriteria: Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga valid, terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), berada dalam desil kemiskinan terendah (desil 1-4), tidak ada anggota keluarga dalam satu KK yang berstatus ASN/TNI/Polri, dan tidak memiliki anggota keluarga dengan gaji di atas UMP.

Cara Daftar Bansos 2026 Jika Belum Terdaftar

Jika nama belum terdaftar di DTKS, ada dua cara pendaftaran:

1. Pendaftaran Online via Aplikasi Cek Bansos

Buka Aplikasi Cek Bansos dan pilih menu “Daftar Usulan”. Buat akun baru dengan email dan nomor HP. Lakukan verifikasi swafoto dengan KTP. Isi data diri dan kondisi ekonomi dengan jujur. Upload foto kondisi rumah, lalu kirim usulan.

2. Pendaftaran Offline via Kantor Desa/Kelurahan

Siapkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW. Datangi kantor desa/kelurahan dan temui operator SIKS-NG. Minta operator memasukkan nama ke usulan DTKS. Ikuti Musyawarah Desa (Musdes) untuk validasi.

Catatan: Proses verifikasi memakan waktu 1-6 bulan tergantung jadwal pemutakhiran data di daerah masing-masing.

Baca Juga:  Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP di cekbansos.kemensos.go.id Januari 2026

Tips Jika Data Tidak Ditemukan di SIKS-NG

Penyebab Umum Nama Tidak Muncul

Ada beberapa penyebab umum: data belum masuk DTKS sehingga perlu pengusulan melalui desa, ketidakpadanan NIK dengan Dukcapil dimana perbedaan satu huruf saja bisa menyebabkan data tidak ditemukan, salah ketik nama saat pencarian, kenaikan status desil karena dianggap sudah mampu, atau anggota keluarga memiliki gaji di atas UMP.

Solusi Step-by-Step

Langkah 1: Verifikasi Data Kependudukan. Pastikan NIK dan nama di KTP sudah padan dengan data Dukcapil. Jika ada perbedaan, urus pembaruan di Disdukcapil.

Langkah 2: Hubungi Operator SIKS-NG di Desa. Datangi kantor desa/kelurahan dan minta operator mengecek status data di sistem. Jika ada kesalahan, minta perbaikan langsung.

Langkah 3: Gunakan Fitur “Usul Sanggah” di Aplikasi. Buka Aplikasi Cek Bansos dan pilih menu “Usul” atau “Sanggah”. Lampirkan bukti kondisi ekonomi seperti foto rumah, slip gaji, atau SKTM, lalu kirim usulan.

Langkah 4: Hubungi Hotline Kemensos. Telepon 1500-799 atau 171 dan sampaikan keluhan dengan menyertakan data lengkap (NIK, nama, alamat).

Tips Tambahan

Lakukan pengecekan minimal 1 bulan sekali terutama menjelang periode pencairan. Simpan screenshot hasil pengecekan sebagai bukti. Jangan percaya link mencurigakan dan selalu akses dari website resmi Kemensos. Update Aplikasi Cek Bansos ke versi terbaru.

Jenis Bansos yang Terintegrasi SIKS-NG 2026

Program PKH memberikan bantuan Rp225.000 hingga Rp3.000.000 per tahap untuk keluarga miskin dengan komponen (bumil, balita, anak sekolah, lansia, disabilitas) dan dicairkan 4 tahap per tahun.

BPNT/Sembako memberikan Rp200.000 per bulan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dicairkan bulanan.

PBI-JK (KIS) menanggung iuran BPJS bagi individu tidak mampu secara tahunan.

BLT Dana Desa memberikan Rp300.000 per bulan untuk keluarga miskin di pedesaan dan dicairkan bulanan.

FAQ Seputar SIKS-NG 2026

1. Apakah masyarakat bisa login ke SIKS-NG? Tidak. SIKS-NG adalah sistem internal yang hanya bisa diakses petugas resmi. Masyarakat menggunakan website cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos.

2. Berapa lama proses dari usulan hingga masuk DTKS? Proses verifikasi berjenjang memakan waktu 1-6 bulan tergantung kelengkapan data dan jadwal pemutakhiran daerah.

3. Apakah terdaftar DTKS otomatis dapat bansos? Tidak. Masuk DTKS hanya berarti data tercatat dalam database. Untuk mendapat bansos tertentu, masih ada seleksi berdasarkan desil kemiskinan dan kuota.

4. Bagaimana cara sanggah jika tetangga kaya dapat bansos? Gunakan fitur “Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos. Sertakan bukti foto dan alasan yang jelas agar laporan ditindaklanjuti petugas.

5. Mengapa nama saya hilang dari daftar penerima? Kemungkinan penyebab: kenaikan skor desil, ketidakpadanan NIK dengan Dukcapil, atau terdeteksi ada anggota keluarga dengan gaji di atas UMP.

6. Kapan PKH tahap 1 tahun 2026 cair? PKH tahap 1 dijadwalkan cair antara Januari-Maret 2026. Jadwal spesifik tiap daerah berbeda tergantung kesiapan bank penyalur.

7. Apakah pendaftaran bansos berbayar? Tidak. Berdasarkan Permensos Nomor 3 Tahun 2021, pendaftaran DTKS sepenuhnya gratis. Waspadai penipuan yang meminta uang.

8. Bagaimana cara mengetahui desil saya? Data desil bersifat rahasia di sistem internal. Tanyakan langsung ke operator SIKS-NG di kantor desa/kelurahan.

Penutup

SIKS-NG adalah tulang punggung sistem pendataan bantuan sosial Indonesia. Meskipun tidak bisa diakses langsung oleh masyarakat, memahami cara kerja sistem ini penting agar Anda bisa memastikan data terdaftar dengan benar.

Untuk mengecek status bansos, gunakan website cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos. Jika data bermasalah, segera hubungi operator SIKS-NG di desa atau gunakan hotline Kemensos 1500-799.

Pastikan selalu memperbarui data kependudukan dan memantau status kepesertaan secara berkala agar tidak terlewat mendapatkan hak bantuan sosial dari pemerintah.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data resmi Kemensos per Januari 2026. Ketentuan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah terbaru. Untuk informasi paling akurat, kunjungi situs resmi kemensos.go.id atau hubungi hotline 1500-799.